Kutukan dibalik perang Rusia-Jerman

Tamerlane
Tamerlane
 Ketika Timur (8 April 1336-18 Februari 1405) atau Tamerlane meninggal 1405, ia dikebumikan di kompleks Gur-e Amir, Samarkand, Uzbekistan. Makamnya tersebut ditutup dengan tulisan Arab tentang betapa mengagumkannya Muslim Mongol ini, dan untuk memastikan tidak ada yang mengganggu makam ini dengan kata "Ketika aku bangkit dari kubur, dunia akan bergetar".




Mikhailovich Gerasimov
Mikhailovich Gerasimov
Stalin mengutus arkeologi Mikhailovich Gerasimov untuk menggali mkam Timur.
Menurut Kaumov, para orang tua Uzbek setempat sangat marah, karena penggalian tersebut.
"Para orang tua ini menunujukkan kami sebuah buku yang berkata makam Timur tidak boleh dibuka, karena bisa memicu peperangan. Saat itu saya masih muda dan tidak terlalu bijak. Saya tidak terlalu memperhatikan kejadian tersebut. Pada 21 Juni kami membongkar tengkorak Timur. Kemudian, tanggal 22 Juni perang dengan Jerman dimulai."

Dengan kata lain, kurang dari 24 jam setelah penggalian makam yang mengancam akan membuat "Dunia akan bergetar" benar-benar terjadi. Para tentara Stalin melihat Hitler meluncurkan operasi Barbarossa, serangan terbesar dan paling brutal Perang Dunia II.

Setelah kehilangan jutaan tentara dan warga Soviet, orang-orang Rusia tersebut mengembalikan Timur ke makamnya dengan tata cara Islami spenuhnya, pada tanggal 20 Desember 1942.
Pada waktu yang sama di sisi lawan negara tersebut, Operasi Musim Dingin (Operation Winter Storm), upaya terakhir untuk Jerman lari dari Stalingrad, gagal. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar